Seminar Cara Gampang Bayar Hutang?
Ahad 14 Maret 2010 jam 08.00 s/d selesai
di "Kampung Qur'an" Jl. Thamrin, Ketapang, Cipondoh - Tangerang 15147
Lihat Peta
Investasi Rp75.000/orang (sudah termasuk seminar kit & snack).
Disc.10% untuk donatur PPPA, member WHC, MDN, JDN,
Kuliah Online dan e-Miracle.
Pendaftaran ditutup Tgl. 12 MARET 2010
Untuk Info acara dapat menghubungi :
021-5541800 / 021-96142123, 08121972222, 081808296900.
Free, bagi pembeli produk-produk Wisatahati dengan
minimal belanja Rp.200.000 (item produk bisa mix) di www.gerai-online.com
dari tanggal 17 Februari s/d 12 Maret 2010.
Pembayaran dapat ditransfer ke :
Bank Mandiri Cab. Bintaro
No.Rek : 128 00500 500 50
A/n : PT.Weha Komunitas
Bukti transfer dapat di-Fax* ke : 021-557 434 99
* (dengan mencantumkan Nama dan No.Telp/HP)
"Temukan amalan-amalan agar anda terbebas dari hutang atau
piutang cepat tertagih, hanya di seminar ini" (TEMPAT TERBATAS!!)
Kepada seluruh peserta KuliahOnline Wisatahati kami beritahukan kini Kuliah Harian sudah dapat diakses perhari ini tertanggal 18 Januari 2010
Untuk Registrasi Simpul Majelis Dhuhaa Nasional (MDN) silahkan klik disini atau silahkan mengunjungi www.dhuhanasional.com
Istigosah Jaringan Do'a Nusantara (JDN) Tahap II
insyaAllah akan dilaksanakan pada :
Sabtu, 23 Januari 2010. Mulai Jam 17.00 s/d 22.00 WIB
(Info selanjutnya dapat juga di dapatkan via Facebook "Jaringan Do'a Nusantara")
Lihat Peta Lokasi Sekolah Daarul Qur`an Internasional (SDQI)
Google Maps
Wisuda Akbar
Klik disini untuk download Formulir Pendaftaran, atau
Klik disini untuk Pendaftaran Online Wisuda Akbar
\ \ \ \
\ \
\ \ \ \
\ \
\ \
Klik disini untuk memesannya sekarang.. \ \ \
Pemesanan CD Murattal via PPPA Daarul Qur'an
Kontak pemesanan ke 081807211739, 021-73453000
Pembayaran ini dapat Anda transfer/dibayarkan ke :
BCA Cabang Bintaro Utama
No.Rek : 6030755055,
a/n YAYASAN DAARUL QUR'AN NUSANTARA
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Ciledug
No.Rek : 0740066000
a/n YAYASAN DAARUL QUR'AN NUSANTARA,
Kami menghimbau agar pada saat Anda mem-Fax bukti pembayaran agar memperjelas keterangan dalam bukti transfer pembayarannya (ditebalkan semua tulisannya, agar mempermudah staf kami dalam memvalidasinya). Terimakasih
Silahkan konfirmasikan pembayaran Anda ke
No. fax 021-73444858
Selain via website ini pemesanan bisa juga diemail ke : pppashop@gmail.com
Lihat Daftar Pemesan CD Murattal Al Mulk klik disini
Bila Anda telah memesan sebelumnya (terdaftar dalam Daftar Pemesan) namun belum tau berapa yang diharus dibayarkan, silahkan klik disini untuk mengetahui Total Biaya yang harus dibayar yang sesuai dengan Jumlah Pemesanan serta Kota Tujuan Pengirimannya.
Info Jaringan Do'a Nusantara
Info JDN (Jaringan Do'a Nusantara) 40 hari Putaran ke-II lihat detail
Klik disini untuk melihat Video penjelasan Ustadz Yusuf Mansur selengkapnya tentang e-Miracle
Banyak MLM ga jelas visi misinya.
Banyak MLM yang ga jelas siapa di belakangnya. Bersembunyi di balik kekerdilan nawaitu yang cuma pengen ngeruk duit masyarakat.
Banyak MLM yang ga jelas juga apa maunya... Alhamdulillah, Yusuf Mansur merilis MLM
e-Miracle yang bervisi misi jelas, dan jelas pula siapa yang di baliknya, ya Yusuf Mansur sendiri. Ikuti sambutan beliau yang sudah dipublish di www.e-miracle.com, sambil bergabung di e-miracle.
Segera bergabung dengan e-miracle dan jadilah bahagian dari MLM yang insyaAllah berkah ini.
Klik disini untuk melihat info STOKIS e-Miracle
Download Tausiyah Ustadz Yusuf Mansur Perihal Lailatul Qadar Klik disini
Bila saudara memiliki kisah untuk ditampilkan dalam Testimoni Uswatun Khasanah
silahkan klik di sini untuk mengirimkannya"
*catatan : sebelumnya Anda harus login terlebih dahulu, bila belum menjadi member silahkan register terlebih dahulu (Pendaftaran/Registrer Gratis)
DhuhaaCofee bersama Ust.Yusuf Mansur
Silahkan kirimkan komentar, ulasan, tambahan materi, pengalaman, dll ke dhuhacoffee@yahoo.com
Lihat detail ..
Lihat Data Calon Pemegang Saham yang telah mendaftar Online
Klik disini
Berikut adalah sebuah Testimoni dari yang Pemegang Saham Travel :
Dari +6281813xxxx (Ibu Penny Bekasi):
"Ass, Wr Wb Seminggu setelah memberi 30 jt untuk saham travel dengan nawaitu sedekah , tiba-tiba saya ditawari pekerjaan buat reget solder (bahu jalan tol cirebon) yang nilainya fantastis, Alhamdulillah rejeki gak kemana ya haj, sekarang lagi running ,subhanallah... (siapa mau menyusul ikutan saham travel? bergabunglah dengan orang-orang yang sevisi semisi mensupport program pembibitan 100ribu penghafal Al Qur'an s/d 2015 dan mendorong pendirian, pertumbuhan dan perkembangan 1000 Rumah Tahfidz."
Sekarang Anda sudah dapat mendowload file Video (FLV) DVD MDN secara Gratis
klik disini untuk download
Lihat Daftar Simpul Majelis Dhuhaa Nasional (MDN)
Lihat Detail
Highlight Modul
•
Cinta Rasul, Senang sunnah:
"Assalam Ustdz. Ada orang tanya ke saya, dia bilang 'Klo dari ibadah fardu hidup kita sudah makmur, buat apa kita jalankan sunah? saya bingung jawabnya gimana ustad!"
Baca lebih detail di Modul SMS Kiriman Member ke Ustadz Yusuf Mansur
• "..Bagaimana cara shalat qadha dan berapa raka’at?"
Baca selengkapnya di modul Fiqih - Ibadah Bagian 5,
yang membahas persoalan seputar ibadah.
klik disini atau klik pada menu modul sebelah kiri di menu "Fiqih"
• Baca Histroy Salam dari Ustadz Yusuf Mansur Klik disini
• Baca Keutamaan membaca Ismullaahil A’zham, Klik disini
• Pemberitahuan Perihal Peniadaan Modul Konseling Klik disini
Kuliah Online adalah kuliah yang disajikan dan dibawakan oleh
Ustadz Yusuf Mansur, dalam bentuk online; via web.
Bentuk materinya: tulisan berseri, dengan pembahasan-pembahasan menarik di setiap sajiannya dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Web kuliah online dapat diakses di
www.kuliah-online.com atau www.wistahati.com/kuliahonline
• Klik disini untuk Pendaftaran Online Majelis Tahfidz (1hari 1Ayat)
• Klik disini untuk Pendaftaran Online Program Kunjungan Pondok
• Klik disini untuk download form Pendaftaran Program Kunjungan Pondok
(untuk kemudian diisi dan dikirimkan via fax ke 021 55743499)
Lihat detail
Klik disini untuk membaca penjelasan dari Ust. Yusuf Mansur perihal : undangan tausiyah, pertanyaan dsb yang masuk via sms ke HP saya.
Supaya menjadi informasi dan tidak menjadi fitnah & dosa, berikut saya permaklumatkan beberapa hal..
• Nikmati NSP Tausiah Ustadz Yusuf Mansur dari HandPhone Anda. Semoga menjadi keberkahan selama anda menjalani aktifitas
Lihat Detail Daftar Tausiah berikut cara aktivasinya
• Baca SMS Kiriman Member kepada Ustadz Yusuf Mansur
(disini banyak sekali hikmah-hikmah yang bisa kita ambil pelajarannya didalam mengatasi permasalahan-permasalahan hidup) Klik disini -
Topik Terakhir Forum Wisatahati Online
Topics Replies Author Views Last Post
mhn bantu doa... 1 nogo 22 01/24/2010 at 22:06
raihanrayyan Latest Post
WH Community 0 ayoex 13 01/24/2010 at 18:55
ayoex Latest Post
Tip Agar Mudah Bangun Malam 0 prayitnodulman 28 01/24/2010 at 17:58
prayitnodulman Latest Post
cari temen eank bisa saling ingetin sholat tahajud? 36 Anan 881 01/24/2010 at 10:18
rizal_frogy Latest Post
cari jodoh 1 rhahma 94 01/24/2010 at 10:11
rizal_frogy Latest Post
Pencarian pada Semua Topik
Semua Topik
Pencarian pada: Berita Komentar User
Pojok Inspirasi e-Miracle
Pesan Ustadz Yusuf Mansur
Buat MLM e-Miracle:
MLM e-Miracle,
Bukan MLM biasa...
Ia harus jadi MLT,
Multilevel Tahajjud.
MLD,
Multilevel Dhuha.
MLS,
Multilevel Sedekah.
MLFidz,
Multilevel Tahfidz.
Pokoknya MLA...
Multilevel Amal.
Setiap member barunya,
harus masuk pondok dulu,
barang sehari dua hari;
ngaji... dan jadi santri.
Belajar dulu tentang benahin yang wajib,
dan ngidupin yang sunnah.
Belajar dulu tentang halal haram,
dan 10 dosa besar.
Belajar tentang bisnis & usaha
yang bisa mendekatkan diri kita
kepada Allah.
Bukan yang malah
menjauhkan kita, dari Allah.
Termasuk belajar bersilaturahim.
Setiap member MLM e-Miracle,
kudu jadi santri tahfidz,
yang menghafal al Qur'an
walau 1 hari 1 ayat.
Setiap membernya,
kudu berusaha negakin dhuha,
di setiap pagi yang dia lewati.
Kudu berusaha tahajjud,
di setiap malam yang dia lalui.
Kudu ada qabliyah ba'diyahnya,
dan kudu ada juga sedekahnya.
Setiap membernya
adalah pedagang,
yang belajar juga menjadi pendakwah
tanpa perlu nunggu jadi ustadz yusuf mansur.
Yakni dengan 3 pilar e-Miracle:
ajak...
rawat...
dan beri Uswatun Hasanah.
Demikian pesan Ustadz Yusuf Mansur,
untuk semua yang terlibat di e-Miracle.
Lihat Pojok Inspirasi yang lainnya..
Info Seputar Wisatahati
lihat detail info diatas..
Info PPPA
Ingin tahu lebih detail tentang PPPA, Pendaftaran Online Donatur PPPA dll
Silahkan kunjungi :www.pppa.or.id atau..
klik disini
Hasil Polling
Kami mengucapkan Terimakasih atas partisipasi serta komentar-komentar Anda dalam Polling yang telah kami tayangkan.
Lihat Hasil dan
Komentar ..
Testimoni Anda
Bacalah Testimoni Uswatun Khasanah yang merupakan kisah-kisah kebaikan yang dikirimkan langsung oleh member ataupun pengunjung yang semoga bisa bermanfaat buat kita semua dengan memetik hikmah yang terkandung di dalamnya.
Kami menantikan testimoni Anda untuk dijadikan bahan pelajaran/ibrah/hikmah bagi lain.
Untuk mengirimkan Testimoni silahkan klik :
Modul Kirim Testimoni
pada Modul dibagian kiri.
Lihat Testimoni yang telah dikirimkan
Supported by:
PT.Arsen Kusuma Indonesia
PT. Arsen Kusuma Indonesia
Internet Service Provider
www.elshinta.com
Web site engine code is Copyright © 2003 by PHP-Nuke. All Rights Reserved. PHP-Nuke is Free Software released under the GNU/GPL license.
Generasi halaman: 0.07 detik
Special thanks to phpnuke
blog.kayangan.com Surganya para Jutawan(Millionare all world of the gods) Every body is AN ARchiTecT of his SUCCESS. Setiap orang adalah arsitek dari keberhasilannya sendiri.
Laman
Bisnis
Bisnis Online Syariah
www.zonabonus.comCari Uang Online SampinganAnda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
Halal dan dengan modal kecil
Minggu, 28 Februari 2010
Membaca ayat-ayat diri
Membaca ayat-ayat diri
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Kita harus yakin dan sadar, bahwa diri kita ini bukanlah pribadi yang terpisah dari Allah dan bisa mandiri.
Karena terbukti pada saat tidur maupun bangun, tidak pernah sesaatpun kita lepas dari Pengaturan Allah yang Maha Mengatur seluruh gerak dan diam semua makhluk Nya (baca: Mengenal (hakikat) diri).
Kalaupun kita mempunyai aturan-aturan hidup sendiri, kalaupun kita punya rencana-rencana aktifitas sendiri, hendaklah semua aturan dan rencana itu kita sandarkan sepenuhnya kepada Aturan dan Rencana Nya Allah.
Jangan sampai aturan dan rencana kita itu berseberangan atau bahkan bertolak belakang dengan Aturan dan Rencana Allah Yang Maha Bijaksana.
Karena sehebat apapun diri kita, sepandai apapun diri kita, aturan dan rencana kita itu belum tentu yang terbaik untuk kita, walaupun itu kita anggap baik atau bahkan sesuai dengan syari’at sekalipun.
Dan terbukti betapa banyak orang yang stress, betapa banyak orang yang dijangkiti penyakit tubuh yang berat-berat ketika kemauannya tidak bisa berjalan dengan baik, karena tidak sesuai dengan keadaan atau kemauan orang-orang disekitarnya.
Kita ini hanyalah sekedar menjalankan aturan tetapi Allah-lah yang menentukan hasilnya.
Nah orang yang stress atau dihinggapi penyakit karena keinginannya yang tidak terpenuhi, adalah tanda siksaan awal sebelum dia merasakan siksaan yang sesungguhnya di akhirat.
Ini artinya, dia belum menjadi seorang muslim yang benar-benar berserah diri kepada (apapun ketentuan Nya) Allah.
Apa saja Ketentuan Nya Allah ?
Apapun yang diciptakan Allah yaitu apapun yang wujud dan yang terjadi, baik yang ada di langit bumi dan seisinya maupun yang ada didalam diri manusia.
“ Allahulladzii kholaqos samaawaati wal ardlo wamaa baina huma….. “,
“ Allah Dialah Dzat yang menciptakan langit dan bumi dan apapun yang ada diantara keduanya… “ S. As Sajdah 4.
Jadi apapun yang ada dan yang terjadi disekitar kita (termasuk didalam diri kita), semuanya itu adalah ciptaan dan Ketetapan Allah yang wajib kita sikapi dengan arif dan bijaksana.
Bukannya disikapi dengan kesal hati atau memaksakan menurut kemauan kita.
Disinilah pentingnya membaca ayat-ayat diri untuk mengetahui labih banyak dan lebih dalam mengenai hakikat diri kita yang sesungguhnya.
“ Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." S. Al Israa’ 14.
Kitab suci Al Qur’an, didalamnya berisi ayat-ayat Allah.
Yaitu ayat-ayat tersurat yang menerangkan tentang ayat-ayat tersirat yang terdapat didalam langit bumi dan seluruh isinya, atau biasa disebut alam khobir (alam yang besar).
Selain alam khobir, Al Qur’an juga menerangkan tentang ayat-ayat tersirat yang terdapat didalam diri manusia, atau yang disebut alam dzohir (alam yang kecil).
Dengan demikian jika Allah memerintahkan kita untuk membaca kitab kita, itu tidak lain adalah membaca tentang ayat-ayat (tanda-tanda Kebesaran Allah, didalam) diri kita.
“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah “ S. Al ‘Alaq 1-2.
Dari sini semakin jelas bahwa diri kita adalah Kitab Nya Allah yang berisi tentang ayat-ayat Allah, yaitu tanda bukti Kebesaran Nya Allah dalam menciptakan semua wujud dan kejadian didalam diri kita, serta apapun aktifitas lahir dan batin kita.
Dimana kesemuanya itu merupakan Maha Kuasa Nya Allah (dalam menciptakan kita) sesuai dengan Kehendak Nya.
Artinya : Apapun yang terdapat didalam diri kita, tidak dapat kita tolak dan tidak dapat kita minta kecuali mutlak atas Maha Kuasa dan Maha Berkehendak Nya Allah.
Seperti halnya penyakit-penyakit lahiriah didalam diri kita, mampukah kita menolak kedatangannya ?.
Atau penyakit-penyakit batiniah kita, tidak ada satupun yang mampu kita cegah.
Paling-paling kita hanya bisa mengupayakan agar penyakit-penyakit itu hilang dari diri kita.
Demikian juga sebaliknya, apakah kita pernah meminta kepada Allah agar diberi kesehatan dan kekuatan untuk beraktifitas dan menikmati hidup ?, agar semua panca indera dan akal pikiran kita dijadikan berfungsi semuanya secara normal ?..... tidak pernah !
Karena Allah lebih Mengetahui kebutuhan kita dari pada diri kita sendiri.
Tanpa pernah kita mintapun, Allah telah memenuhi semua kebutuhan kita untuk menjalani hidup secara mudah dan enak.
Tapi mengapa kita malah menjadi orang yang sedikit sekali bersyukur ?
“ Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur “ S. Al Mulk 23.
Mengapa kita malah menjadi orang yang tidak pandai mensyukuri nikmat bahkan meminta yang lebih banyak lagi ?
Ini membuktikan bahwa diri kita ini tidak pernah ada puas-puasnya, karena hanya pandai memandang nikmat saja tapi tidak pernah memperhatikan (Af ‘al Nya) Allah dengan segala Sifat Rahman Nya.
Ini membuktikan bahwa diri kita ini belum memiliki sifat qona’ah, yaitu salah satu unsur dari ketakwaan.
Disinilah (sekali lagi) pentingnya mengenal diri dengan cara membaca ayat-ayat diri, agar kita bisa menjadi orang yang benar-benar berserah diri (muslim), yaitu orang yang selalu mensyukuri nikmat dan bersabar terhadap apapun Ketentuan Allah.
Sesungguhnya inilah inti dan tujuan utama dari seorang muslim yang mengabdi kepada Allah.
Karena orang yang tidak pandai bersyukur, azab yang sangat pedih telah menanti, baik yang bersifat ringan didunia, dan terutama azab yang sangat berat diakhirat nanti.
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" S. Ibrahim 7.
Membaca keinginan didalam diri.
Manusia hidup pasti mempunyai keinginan.
Hanya orang yang tidur dan mati saja yang tidak mempunyai keinginan, karena jiwanya berada didalam Genggaman (Kekuasaan) Allah (S. Az Zumar 42).
Nah munculnya hasrat dan keinginan pada diri manusia, disebabkan oleh adanya 2 faktor : yaitu karena takut dan tertarik (senang) oleh sesuatu.
Orang yang sangat takut terhadap sesuatu, keinginannya sangat kuat untuk menghindari apa yang dia takuti itu.
Pada saat seperti ini, dia merasa kecil dihadapan apa yang ditakutinya.
Sebaliknya jika dia amat menyenangi sesuatu, keinginannya juga sangat kuat untuk mengejar dan mendapatkan apa yang dia senangi itu.
Dalam hal ini, dia menganggap dirinya lebih besar dan lebih mampu untuk mendapatkan dan menguasai apa yang dia senangi.
Apalagi jika dia berhasil memperolehnya, rasa puas dan bangga dirinya melambung tinggi.
Ini semua adalah ayat-ayat Allah yang ditanamkan didalam diri manusia.
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) “ S. Ali ‘Imraan 14.
Dari faktor kesenangan, ada 2 jenis kesenangan hidup yang diinginkan oleh manusia.
Kesenangan hidup didunia dan kesenangan hidup dialam akhirat (disisi Allah).
Hidup dan kehidupan manusia yang digerakkan oleh jiwanya, menghendaki (ingin) kedua kesenangan tersebut.
Namun faktanya, kedua kesenangan itu tidak pernah mau menyatu didalam diri manusia.
Karena kesenangan duniawi yang bersifat kasar, hanya dapat dirasakan oleh jasad kasar.
Sedangkan jika manusia telah memperoleh kesenangan duniawi, dia tidak akan mendapat kebahagiaan akhirat (tidak mendapat kebahagiaan hati).
Karena jasad halusnya (yang merasakan kesenangan duniawi itu) telah menyatu dan mengikuti jasad kasarnya untuk menikmati kesenangan dunia tersebut.
“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan didunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan“ S. Huud 15-16.
Jasmani manusia yang diciptakan dari tanah (bumi) memang butuh konsumsi dari bumi.
Begitupun segala urusan manusia didunia, memerlukan harta dunia yang tidak bisa digantikan oleh yang lain.
Tapi kebutuhan manusia terhadap makanan dan minuman, sudah bukan lagi sekedar memenuhi perut yang lapar dan tenggorokan yang haus, melainkan telah berubah menjadi kepuasan diri dengan kelezatan dan nikmatnya makanan tersebut.
Jika dihadapannya telah tersaji makanan yang bukan kesukaannya, dia tidak mau makan.
Padahal Rasulullah saw. bersabda : “ Makanlah dikala lapar dan berhentilah sebelum kenyang “.
Makanan yang sangat sederhana sekalipun, tapi jika dimakan pada saat lapar, maka jadilah makanan yang sangat nikmat.
Justru dari sinilah orang akan bisa mensyukuri nikmat.
Yaitu bersyukur bukan karena merasakan nikmatnya makanan, tetapi mensyukuri nikmat Allah yang memberikan kemampuan bisa menangkap rasa nikmat terhadap makanan itu.
Memang nikmat itu terletak pada makanan, tapi jika Allah tidak memberikan karunia berupa kemampuan bisa menangkap rasa nikmat tersebut, kitapun tidak bisa merasakan nikmat.
Seperti contoh jika kita diuji dengan kondisi sakit, mampukah kita merasakan nikmatnya pizza atau hamburger ?
Nah, jika yang kita fokuskan hanyalah nikmatnya makanan, walaupun kita mengucapkan Alhamdulillah, rasa syukur kita tidaklah tertuju kepada Allah tetapi tertuju kepada makanan itu atau yang membuatnya.
Terbukti setelah makan kita memuji enaknya makanan itu atau memuji yang membuat makanan, bukan memuji Allah.
Begitupun dengan kebutuhan manusia terhadap harta dunia, telah berubah fungsi dari yang seharusnya sekedar memenuhi kebutuhan hidup menjadi keinginan yang berbuah kesenangan dan kebanggaan hidup.
Dari sinilah hati manusia telah tertutupi oleh kecintaannya kepada dunia sehingga lupa dengan akhiratnya dan merasa berat untuk menjalani ketaatan kepada Tuhannya.
Ini semua tidak terlepas dari berubahnya pola hidup, yaitu dari yang awalnya hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup menjadi keinginan hidup yang berlebih-lebihan.
Ada rasa bangga diri apabila bisa hidup diatas kesederhanaan yang dialami orang lain.
Ada rasa kepuasan diri jika segala urusan hidupnya bisa diselesaikan dangan uang.
Nah, apa yang menyebabkan hati dipenuhi oleh berbagai macam keinginan terhadap kesenangan duniawi ?
Tidak lain adalah karena terlalu seringnya mata, telinga dan seluruh panca inderanya menangkap berbagai macam kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia.
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang….”
Allah yang Maha Bijaksana telah menanamkan rasa suka pada diri manusia terhadap apapun keindahan dan kenikmatan yang ditangkap (dirasakan) oleh panca indera dan jasad lahirnya.
Keindahan dan kenikmatan ini diterima dengan senang hati oleh jiwa manusia, lalu timbullah keinginan untuk memiliki dan merasakannya.
Begitulah sifat manusia yang terus-menerus menuntut jika panca inderanya selalu diarahkan kepada keindahan, kecantikan dan kenikmatan.
Sudah mempunyai harta yang cukup, tapi begitu melihat orang lain hidup bergelimang uang, timbul keinginan untuk mencari uang lebih banyak lagi, entah bagaimana caranya.
Sudah memiliki rumah yang mapan, tapi begitu melihat rumah orang lain yang mewah, timbul keinginannya untuk merenovasi rumahnya atau membeli rumah yang baru.
Sudah mempunyai istri yang cantik, tapi begitu melihat wanita lain yang menggairahkan, timbul keinginan untuk beristri lagi, begitu seterusnya.
“…..Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) “
Nah, jika arah pandang seseorang itu selalu ditujukan kepada yang diatas dirinya, jiwanya tidak pernah merasa puas sehingga jadilah dia orang yang tidak pandai mensyukuri nikmat.
Tetapi sebaliknya, jika arah pandangnya itu lebih banyak ditujukan kepada situasi dibawah kondisi dirinya, maka lambat laun hatinya akan tersentuh dan bersifat lembut.
Karena itu, kondisi hati seseorang akan terbentuk berdasarkan arah pandangnya.
Itulah yang dijalani jujungan kita Rasulullah saw. yang selalu dekat dengan anak yatim dan para fakir miskin.
Karena bergaul dan berdekatan dengan orang-orang yang kurang beruntung, akan menghidupkan sisi jiwa yang putih, yaitu jiwa yang mempunyai sifat kasih sayang terhadap sesama makhluk Tuhan.
Sebaliknya jika bergaul dengan orang-orang yang hidupnya makmur, selalu memandang wanita-wanita cantik maupun segala bentuk keindahan dan kenikmatan, jiwa yang hitam ini akan bangkit dan menghidupkan sifat-sifatnya yang buruk.
Yaitu berupa kesombongan, suka menghina dan meremehkan (walaupun didalam hati), sifat bakhil dan segala macam penyakit-penyakit hati.
Oleh sebab itu Allah melarang kita untuk tidak terlalu sering memandang kenikmatan hidup orang lain yang mengakibatkan hati kita menjadi tertarik,
“ Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir “ S. At Taubah 55.
Nah jadi lingkup pergaulan dan arah pandang, amat menentukan terbentuknya sebuah hati.
Ada kisah menarik tentang dua (jenis) orang yang sedang naik haji ke Mekkah.
Salah seorang diantaranya adalah orang yang kaya raya, sedang yang satunya lagi adalah orang berilmu.
Seperti diketahui, orang berhaji adalah orang yang menjadi tamu Nya Allah.
Jika seseorang bertamu, sudah barang tentu yang hendak dijumpai adalah Sang Pemilik Rumah (Baitullah), bukan hanya bertemu Rumah Nya saja (Ka’bah).
Nah ketika dua orang ini sampai di Mekkah, ada seorang yang ‘istimewa’ menemui mereka.
Ketika orang istimewa ini menemui orang yang kaya raya, dia berkata : “ Jika kamu hendak bertemu Allah, bukan disini tempatnya. Tapi disana “, dia menunjuk kearah orang-orang fakir miskin dan anak yatim yang tiba-tiba tampak dihadapan mereka.
Lalu orang ‘istimewa’ ini menjumpai orang yang satunya lagi, yaitu orang yang berilmu, lalu berkata : “ Jika kamu hendak berjumpa dengan Allah, bukan disini tempatnya. Tapi disana “, orang itu menunjuk kearah orang-orang yang bodoh (agamanya), yang tiba-tiba tampak dihadapan mereka.
Inti pelajaran dari kejadian ini ialah : Haji adalah puncaknya agama.
Yaitu perjumpaan akbar antara hamba dengan Tuhannya Yang Maha Suci ditempat yang suci pula.
Tetapi perjumpaan itu tidak terjadi secara fisik melainkan dengan jiwa (hati) yang suci.
“ Idz jaa a robbuhu biqolbis saliim “,“ (Ingatlah) ketika ia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci “ S. Ash Shaffaat 84.
Hati yang suci adalah hati yang selamat (saliim).
Yaitu hati yang menguasai jiwa dan raga seseorang untuk melakukan pengabdian yang tulus kepada Allah.
Dari segi fisik, orang seperti ini adalah pelaku rahmatan lil ‘aalamiin, yaitu orang yang membagikan keselamatan dan Rahmat Nya Allah bagi sekalian alam (alam lingkungannya).
Dengan kata lain, orang seperti ini adalah orang yang ber-akhlak terpuji.
Oleh sebab itu tidak sah haji seseorang jika masih ada tetangganya yang kelaparan.
“ Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ S. An Nahl 60.
Allah Swt. menekankan kata Iman dangan akhlaqul karimah.
Demikian juga banyak hadis-hadis Nabi saw. yang menyebutkan demikian.
Ini artinya : Buah dari keimanan adalah akhlak yang terpuji.
Jadi kesimpulannya, ayat yang berbunyi :
“ Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu."
Adalah tidak hanya sekedar membaca Al Qur’an, tetapi yang tidak kalah pentingnya ialah membaca ayat-ayat (ciptaan-ciptaan) Allah didalam diri kita, dalam wujud kefasikan dan ketakwaan didalam diri.
“ dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya S. Asy Syams 7-10.
Buah dari kefasikan diri (jiwa) adalah akhlak yang buruk, sedangkan buah dari ketakwaan diri adalah akhlak-akhlak yang terpuji.
Manusia yang selalu berhadapan dengan dua keadaan, baik dan buruk, fasik dan takwa, iman dan ingkar,….. sadar maupun tidak, pasti memilih salah satu dari kedua jalan tersebut.
Orang yang tidak menyadari kedudukannya sebagai Ciptaan Allah, tidak perlu bersusah-susah untuk menjadi orang yang fasik.
Karena dunia dan segala kenikmatannya, telah secara otomatis membimbingnya menuju kejalan kefasikan.
Konsekwensinya, dia kelak akan menghadapi perhitungan yang buruk dan sangat berat karena menjadikan amanah-amanah (nikmat) Allah sebagai modal untuk berfoya-foya dan bermegah-megahan didunia.
Sedangkan orang-orang yang mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menghamba, pasti memilih jalannya orang-orang bertakwa.
Yaitu orang yang selalu menjaga agar setiap nikmat yang diberikan kepadanya, senantiasa disyukurinya dengan jalan menyembah Allah.
Inilah orang yang berupaya membersihkan hatinya atau mensucikan jiwanya agar nilai pengabdiannya kepada Allah tulus lahir dan batin (ikhlas).
Wallohu ‘alam bishshowaab.
Diposkan oleh hari di 16:10
Label: artikel jalan lurus
0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Kita harus yakin dan sadar, bahwa diri kita ini bukanlah pribadi yang terpisah dari Allah dan bisa mandiri.
Karena terbukti pada saat tidur maupun bangun, tidak pernah sesaatpun kita lepas dari Pengaturan Allah yang Maha Mengatur seluruh gerak dan diam semua makhluk Nya (baca: Mengenal (hakikat) diri).
Kalaupun kita mempunyai aturan-aturan hidup sendiri, kalaupun kita punya rencana-rencana aktifitas sendiri, hendaklah semua aturan dan rencana itu kita sandarkan sepenuhnya kepada Aturan dan Rencana Nya Allah.
Jangan sampai aturan dan rencana kita itu berseberangan atau bahkan bertolak belakang dengan Aturan dan Rencana Allah Yang Maha Bijaksana.
Karena sehebat apapun diri kita, sepandai apapun diri kita, aturan dan rencana kita itu belum tentu yang terbaik untuk kita, walaupun itu kita anggap baik atau bahkan sesuai dengan syari’at sekalipun.
Dan terbukti betapa banyak orang yang stress, betapa banyak orang yang dijangkiti penyakit tubuh yang berat-berat ketika kemauannya tidak bisa berjalan dengan baik, karena tidak sesuai dengan keadaan atau kemauan orang-orang disekitarnya.
Kita ini hanyalah sekedar menjalankan aturan tetapi Allah-lah yang menentukan hasilnya.
Nah orang yang stress atau dihinggapi penyakit karena keinginannya yang tidak terpenuhi, adalah tanda siksaan awal sebelum dia merasakan siksaan yang sesungguhnya di akhirat.
Ini artinya, dia belum menjadi seorang muslim yang benar-benar berserah diri kepada (apapun ketentuan Nya) Allah.
Apa saja Ketentuan Nya Allah ?
Apapun yang diciptakan Allah yaitu apapun yang wujud dan yang terjadi, baik yang ada di langit bumi dan seisinya maupun yang ada didalam diri manusia.
“ Allahulladzii kholaqos samaawaati wal ardlo wamaa baina huma….. “,
“ Allah Dialah Dzat yang menciptakan langit dan bumi dan apapun yang ada diantara keduanya… “ S. As Sajdah 4.
Jadi apapun yang ada dan yang terjadi disekitar kita (termasuk didalam diri kita), semuanya itu adalah ciptaan dan Ketetapan Allah yang wajib kita sikapi dengan arif dan bijaksana.
Bukannya disikapi dengan kesal hati atau memaksakan menurut kemauan kita.
Disinilah pentingnya membaca ayat-ayat diri untuk mengetahui labih banyak dan lebih dalam mengenai hakikat diri kita yang sesungguhnya.
“ Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." S. Al Israa’ 14.
Kitab suci Al Qur’an, didalamnya berisi ayat-ayat Allah.
Yaitu ayat-ayat tersurat yang menerangkan tentang ayat-ayat tersirat yang terdapat didalam langit bumi dan seluruh isinya, atau biasa disebut alam khobir (alam yang besar).
Selain alam khobir, Al Qur’an juga menerangkan tentang ayat-ayat tersirat yang terdapat didalam diri manusia, atau yang disebut alam dzohir (alam yang kecil).
Dengan demikian jika Allah memerintahkan kita untuk membaca kitab kita, itu tidak lain adalah membaca tentang ayat-ayat (tanda-tanda Kebesaran Allah, didalam) diri kita.
“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah “ S. Al ‘Alaq 1-2.
Dari sini semakin jelas bahwa diri kita adalah Kitab Nya Allah yang berisi tentang ayat-ayat Allah, yaitu tanda bukti Kebesaran Nya Allah dalam menciptakan semua wujud dan kejadian didalam diri kita, serta apapun aktifitas lahir dan batin kita.
Dimana kesemuanya itu merupakan Maha Kuasa Nya Allah (dalam menciptakan kita) sesuai dengan Kehendak Nya.
Artinya : Apapun yang terdapat didalam diri kita, tidak dapat kita tolak dan tidak dapat kita minta kecuali mutlak atas Maha Kuasa dan Maha Berkehendak Nya Allah.
Seperti halnya penyakit-penyakit lahiriah didalam diri kita, mampukah kita menolak kedatangannya ?.
Atau penyakit-penyakit batiniah kita, tidak ada satupun yang mampu kita cegah.
Paling-paling kita hanya bisa mengupayakan agar penyakit-penyakit itu hilang dari diri kita.
Demikian juga sebaliknya, apakah kita pernah meminta kepada Allah agar diberi kesehatan dan kekuatan untuk beraktifitas dan menikmati hidup ?, agar semua panca indera dan akal pikiran kita dijadikan berfungsi semuanya secara normal ?..... tidak pernah !
Karena Allah lebih Mengetahui kebutuhan kita dari pada diri kita sendiri.
Tanpa pernah kita mintapun, Allah telah memenuhi semua kebutuhan kita untuk menjalani hidup secara mudah dan enak.
Tapi mengapa kita malah menjadi orang yang sedikit sekali bersyukur ?
“ Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur “ S. Al Mulk 23.
Mengapa kita malah menjadi orang yang tidak pandai mensyukuri nikmat bahkan meminta yang lebih banyak lagi ?
Ini membuktikan bahwa diri kita ini tidak pernah ada puas-puasnya, karena hanya pandai memandang nikmat saja tapi tidak pernah memperhatikan (Af ‘al Nya) Allah dengan segala Sifat Rahman Nya.
Ini membuktikan bahwa diri kita ini belum memiliki sifat qona’ah, yaitu salah satu unsur dari ketakwaan.
Disinilah (sekali lagi) pentingnya mengenal diri dengan cara membaca ayat-ayat diri, agar kita bisa menjadi orang yang benar-benar berserah diri (muslim), yaitu orang yang selalu mensyukuri nikmat dan bersabar terhadap apapun Ketentuan Allah.
Sesungguhnya inilah inti dan tujuan utama dari seorang muslim yang mengabdi kepada Allah.
Karena orang yang tidak pandai bersyukur, azab yang sangat pedih telah menanti, baik yang bersifat ringan didunia, dan terutama azab yang sangat berat diakhirat nanti.
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" S. Ibrahim 7.
Membaca keinginan didalam diri.
Manusia hidup pasti mempunyai keinginan.
Hanya orang yang tidur dan mati saja yang tidak mempunyai keinginan, karena jiwanya berada didalam Genggaman (Kekuasaan) Allah (S. Az Zumar 42).
Nah munculnya hasrat dan keinginan pada diri manusia, disebabkan oleh adanya 2 faktor : yaitu karena takut dan tertarik (senang) oleh sesuatu.
Orang yang sangat takut terhadap sesuatu, keinginannya sangat kuat untuk menghindari apa yang dia takuti itu.
Pada saat seperti ini, dia merasa kecil dihadapan apa yang ditakutinya.
Sebaliknya jika dia amat menyenangi sesuatu, keinginannya juga sangat kuat untuk mengejar dan mendapatkan apa yang dia senangi itu.
Dalam hal ini, dia menganggap dirinya lebih besar dan lebih mampu untuk mendapatkan dan menguasai apa yang dia senangi.
Apalagi jika dia berhasil memperolehnya, rasa puas dan bangga dirinya melambung tinggi.
Ini semua adalah ayat-ayat Allah yang ditanamkan didalam diri manusia.
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) “ S. Ali ‘Imraan 14.
Dari faktor kesenangan, ada 2 jenis kesenangan hidup yang diinginkan oleh manusia.
Kesenangan hidup didunia dan kesenangan hidup dialam akhirat (disisi Allah).
Hidup dan kehidupan manusia yang digerakkan oleh jiwanya, menghendaki (ingin) kedua kesenangan tersebut.
Namun faktanya, kedua kesenangan itu tidak pernah mau menyatu didalam diri manusia.
Karena kesenangan duniawi yang bersifat kasar, hanya dapat dirasakan oleh jasad kasar.
Sedangkan jika manusia telah memperoleh kesenangan duniawi, dia tidak akan mendapat kebahagiaan akhirat (tidak mendapat kebahagiaan hati).
Karena jasad halusnya (yang merasakan kesenangan duniawi itu) telah menyatu dan mengikuti jasad kasarnya untuk menikmati kesenangan dunia tersebut.
“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan didunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan“ S. Huud 15-16.
Jasmani manusia yang diciptakan dari tanah (bumi) memang butuh konsumsi dari bumi.
Begitupun segala urusan manusia didunia, memerlukan harta dunia yang tidak bisa digantikan oleh yang lain.
Tapi kebutuhan manusia terhadap makanan dan minuman, sudah bukan lagi sekedar memenuhi perut yang lapar dan tenggorokan yang haus, melainkan telah berubah menjadi kepuasan diri dengan kelezatan dan nikmatnya makanan tersebut.
Jika dihadapannya telah tersaji makanan yang bukan kesukaannya, dia tidak mau makan.
Padahal Rasulullah saw. bersabda : “ Makanlah dikala lapar dan berhentilah sebelum kenyang “.
Makanan yang sangat sederhana sekalipun, tapi jika dimakan pada saat lapar, maka jadilah makanan yang sangat nikmat.
Justru dari sinilah orang akan bisa mensyukuri nikmat.
Yaitu bersyukur bukan karena merasakan nikmatnya makanan, tetapi mensyukuri nikmat Allah yang memberikan kemampuan bisa menangkap rasa nikmat terhadap makanan itu.
Memang nikmat itu terletak pada makanan, tapi jika Allah tidak memberikan karunia berupa kemampuan bisa menangkap rasa nikmat tersebut, kitapun tidak bisa merasakan nikmat.
Seperti contoh jika kita diuji dengan kondisi sakit, mampukah kita merasakan nikmatnya pizza atau hamburger ?
Nah, jika yang kita fokuskan hanyalah nikmatnya makanan, walaupun kita mengucapkan Alhamdulillah, rasa syukur kita tidaklah tertuju kepada Allah tetapi tertuju kepada makanan itu atau yang membuatnya.
Terbukti setelah makan kita memuji enaknya makanan itu atau memuji yang membuat makanan, bukan memuji Allah.
Begitupun dengan kebutuhan manusia terhadap harta dunia, telah berubah fungsi dari yang seharusnya sekedar memenuhi kebutuhan hidup menjadi keinginan yang berbuah kesenangan dan kebanggaan hidup.
Dari sinilah hati manusia telah tertutupi oleh kecintaannya kepada dunia sehingga lupa dengan akhiratnya dan merasa berat untuk menjalani ketaatan kepada Tuhannya.
Ini semua tidak terlepas dari berubahnya pola hidup, yaitu dari yang awalnya hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup menjadi keinginan hidup yang berlebih-lebihan.
Ada rasa bangga diri apabila bisa hidup diatas kesederhanaan yang dialami orang lain.
Ada rasa kepuasan diri jika segala urusan hidupnya bisa diselesaikan dangan uang.
Nah, apa yang menyebabkan hati dipenuhi oleh berbagai macam keinginan terhadap kesenangan duniawi ?
Tidak lain adalah karena terlalu seringnya mata, telinga dan seluruh panca inderanya menangkap berbagai macam kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia.
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang….”
Allah yang Maha Bijaksana telah menanamkan rasa suka pada diri manusia terhadap apapun keindahan dan kenikmatan yang ditangkap (dirasakan) oleh panca indera dan jasad lahirnya.
Keindahan dan kenikmatan ini diterima dengan senang hati oleh jiwa manusia, lalu timbullah keinginan untuk memiliki dan merasakannya.
Begitulah sifat manusia yang terus-menerus menuntut jika panca inderanya selalu diarahkan kepada keindahan, kecantikan dan kenikmatan.
Sudah mempunyai harta yang cukup, tapi begitu melihat orang lain hidup bergelimang uang, timbul keinginan untuk mencari uang lebih banyak lagi, entah bagaimana caranya.
Sudah memiliki rumah yang mapan, tapi begitu melihat rumah orang lain yang mewah, timbul keinginannya untuk merenovasi rumahnya atau membeli rumah yang baru.
Sudah mempunyai istri yang cantik, tapi begitu melihat wanita lain yang menggairahkan, timbul keinginan untuk beristri lagi, begitu seterusnya.
“…..Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) “
Nah, jika arah pandang seseorang itu selalu ditujukan kepada yang diatas dirinya, jiwanya tidak pernah merasa puas sehingga jadilah dia orang yang tidak pandai mensyukuri nikmat.
Tetapi sebaliknya, jika arah pandangnya itu lebih banyak ditujukan kepada situasi dibawah kondisi dirinya, maka lambat laun hatinya akan tersentuh dan bersifat lembut.
Karena itu, kondisi hati seseorang akan terbentuk berdasarkan arah pandangnya.
Itulah yang dijalani jujungan kita Rasulullah saw. yang selalu dekat dengan anak yatim dan para fakir miskin.
Karena bergaul dan berdekatan dengan orang-orang yang kurang beruntung, akan menghidupkan sisi jiwa yang putih, yaitu jiwa yang mempunyai sifat kasih sayang terhadap sesama makhluk Tuhan.
Sebaliknya jika bergaul dengan orang-orang yang hidupnya makmur, selalu memandang wanita-wanita cantik maupun segala bentuk keindahan dan kenikmatan, jiwa yang hitam ini akan bangkit dan menghidupkan sifat-sifatnya yang buruk.
Yaitu berupa kesombongan, suka menghina dan meremehkan (walaupun didalam hati), sifat bakhil dan segala macam penyakit-penyakit hati.
Oleh sebab itu Allah melarang kita untuk tidak terlalu sering memandang kenikmatan hidup orang lain yang mengakibatkan hati kita menjadi tertarik,
“ Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir “ S. At Taubah 55.
Nah jadi lingkup pergaulan dan arah pandang, amat menentukan terbentuknya sebuah hati.
Ada kisah menarik tentang dua (jenis) orang yang sedang naik haji ke Mekkah.
Salah seorang diantaranya adalah orang yang kaya raya, sedang yang satunya lagi adalah orang berilmu.
Seperti diketahui, orang berhaji adalah orang yang menjadi tamu Nya Allah.
Jika seseorang bertamu, sudah barang tentu yang hendak dijumpai adalah Sang Pemilik Rumah (Baitullah), bukan hanya bertemu Rumah Nya saja (Ka’bah).
Nah ketika dua orang ini sampai di Mekkah, ada seorang yang ‘istimewa’ menemui mereka.
Ketika orang istimewa ini menemui orang yang kaya raya, dia berkata : “ Jika kamu hendak bertemu Allah, bukan disini tempatnya. Tapi disana “, dia menunjuk kearah orang-orang fakir miskin dan anak yatim yang tiba-tiba tampak dihadapan mereka.
Lalu orang ‘istimewa’ ini menjumpai orang yang satunya lagi, yaitu orang yang berilmu, lalu berkata : “ Jika kamu hendak berjumpa dengan Allah, bukan disini tempatnya. Tapi disana “, orang itu menunjuk kearah orang-orang yang bodoh (agamanya), yang tiba-tiba tampak dihadapan mereka.
Inti pelajaran dari kejadian ini ialah : Haji adalah puncaknya agama.
Yaitu perjumpaan akbar antara hamba dengan Tuhannya Yang Maha Suci ditempat yang suci pula.
Tetapi perjumpaan itu tidak terjadi secara fisik melainkan dengan jiwa (hati) yang suci.
“ Idz jaa a robbuhu biqolbis saliim “,“ (Ingatlah) ketika ia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci “ S. Ash Shaffaat 84.
Hati yang suci adalah hati yang selamat (saliim).
Yaitu hati yang menguasai jiwa dan raga seseorang untuk melakukan pengabdian yang tulus kepada Allah.
Dari segi fisik, orang seperti ini adalah pelaku rahmatan lil ‘aalamiin, yaitu orang yang membagikan keselamatan dan Rahmat Nya Allah bagi sekalian alam (alam lingkungannya).
Dengan kata lain, orang seperti ini adalah orang yang ber-akhlak terpuji.
Oleh sebab itu tidak sah haji seseorang jika masih ada tetangganya yang kelaparan.
“ Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ S. An Nahl 60.
Allah Swt. menekankan kata Iman dangan akhlaqul karimah.
Demikian juga banyak hadis-hadis Nabi saw. yang menyebutkan demikian.
Ini artinya : Buah dari keimanan adalah akhlak yang terpuji.
Jadi kesimpulannya, ayat yang berbunyi :
“ Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu."
Adalah tidak hanya sekedar membaca Al Qur’an, tetapi yang tidak kalah pentingnya ialah membaca ayat-ayat (ciptaan-ciptaan) Allah didalam diri kita, dalam wujud kefasikan dan ketakwaan didalam diri.
“ dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya S. Asy Syams 7-10.
Buah dari kefasikan diri (jiwa) adalah akhlak yang buruk, sedangkan buah dari ketakwaan diri adalah akhlak-akhlak yang terpuji.
Manusia yang selalu berhadapan dengan dua keadaan, baik dan buruk, fasik dan takwa, iman dan ingkar,….. sadar maupun tidak, pasti memilih salah satu dari kedua jalan tersebut.
Orang yang tidak menyadari kedudukannya sebagai Ciptaan Allah, tidak perlu bersusah-susah untuk menjadi orang yang fasik.
Karena dunia dan segala kenikmatannya, telah secara otomatis membimbingnya menuju kejalan kefasikan.
Konsekwensinya, dia kelak akan menghadapi perhitungan yang buruk dan sangat berat karena menjadikan amanah-amanah (nikmat) Allah sebagai modal untuk berfoya-foya dan bermegah-megahan didunia.
Sedangkan orang-orang yang mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menghamba, pasti memilih jalannya orang-orang bertakwa.
Yaitu orang yang selalu menjaga agar setiap nikmat yang diberikan kepadanya, senantiasa disyukurinya dengan jalan menyembah Allah.
Inilah orang yang berupaya membersihkan hatinya atau mensucikan jiwanya agar nilai pengabdiannya kepada Allah tulus lahir dan batin (ikhlas).
Wallohu ‘alam bishshowaab.
Diposkan oleh hari di 16:10
Label: artikel jalan lurus
0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar
Informasi seputar dinamika islam
* Halaman Indeks ‹ Topik Umum dan Keagamaan ‹ Syariah
Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Informasi seputar dinamika islam dan ketentuan-ketentuan dalam Islam
Moderator: choiralia
Postkan balasan
5 post • Halaman 1 dari 1
Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 5:58 pm
Assalamu alaikum,
Bismillah, setelah kemarin membahas soal wudhu, sekarang giliran mandi dan hukum junub. :)..seperti biasa kalau ada yang salah mohon koreksi. :D
Mandi besar dan Hukum Junub.
Hal - hal yang menyebabkan mandi besar ada 7 yaitu :
1. Masuknya alat kelamin laki2 ke alat kelamin perempuan.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه)
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita lalu mencampurinya maka ia telah wajib mandi." Muttafaq Alaihi.
Riwayat Muslim menambahkan: "Meskipun ia belum mengeluarkan (air mani)."
2. Keluarnya mani.
- وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita lalu mencampurinya maka ia telah wajib mandi." Muttafaq Alaihi.
َوَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَايَرَى الرَّجُلُ - قَالَ : ( تَغْتَسِلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Anas Radliyallahu 'Anhu berkata: Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda tentang perempuan yang bermimpi sebagaimana yang dimimpikan oleh laki-laki, maka sabdanya, "Ia wajib mandi." Hadits riwayat Muttafaqun 'Alaih.
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
Atas
Re: Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 5:58 pm
lanjutan....
3. Haid
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ شَكَتْ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلدَّمَ فَقَالَ: اُمْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اِغْتَسِلِي فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ كُلَّ صَلَاةٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Ummu Habibah binti Jahsy mengadukan pada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang darah (istihadlah. Beliau bersabda: Berhentilah (dari shalat) selama masa haidmu menghalangimu kemudian mandilah. Kemudian dia mandi untuk setiap kali shalat. Diriwayatkan oleh Muslim.
4.Nifas
َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَتِ اَلنُّفَسَاءُ تَقْعُدُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَاللَّفْظُ لِأَبِي دَاوُد
Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu berkata: Wanita-wanita yang sedang nifas pada masa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam meninggalkan shalat selama 40 hari semenjak darah nifasnya keluar. Riwayat Imam Lima kecuali Nasa'i dan lafadznya dari Abu Dawud.
5.Wiladah (Melahirkan).
6. Meninggal, berdasarkan ijma ulama.
7. Orang kafir masuk islam berdasar hadist riwayat ahmad.
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
Atas
Re: Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 6:22 pm
lanjutan....
Sesuatu hal yang dilarang oleh orang junub.
a. Sholat.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub301, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (An Nisaa 43)
b. Thowaf.
"Bahwa nabi telah bersabda : Thawaf itu merupakan sholat, kecuali bahwa didalamnya dihalalkan oleh Alloh berbicara. Maka siapa yg berbicara hendaklah yang dibicarakan itu yg baik2 saja." (HR.Tirmidzi)
c. Memegang Alquran.
"Bahwa nabi SAW, menulis sepucuk surat kepada penduduk Yaman yang diantara isinya adalah Al Quran itu tdk boleh disentuh kecuali oleh orang2 yang suci." (HR Nasa'i, Dharuqutni, Baihaqi, Al-Atsram)
d. Membaca Al Quran
"Bahwa nabi SAW, tidak ada satupun yang menghalangi Al Quran kecuali janabal" (HR. ASh habus Sunan)
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
Atas
Re: Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 6:52 pm
Sunnah dalam mandi
1.Dimulai dengan membaca bismillah seperti saat mau wudhu.
2.وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Biasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika mandi karena jinabat akan mulai dengan membersihkan kedua tangannya kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri lalu mencuci kemaluannya kemudian berwudlu lalu mengambil air kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut lalu menyiram kepalanya tiga genggam air kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya dari Muslim.
3.وَلَهُمَا فِي حَدِيثِ مَيْمُونَةَ: ( ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى فَرْجِهِ فَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِهَا اَلْأَرْضَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: (
فَمَسَحَهَا بِالتُّرَابِ )
Menurut Riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Maimunah: Kemudian beliau menyiram kemaluannya dan membasuhnya dengan tangan kiri lalu menggosok tangannya pada tanah.
4.َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعْرَةٍ جَنَابَةً فَاغْسِلُوا اَلشَّعْرَ وَأَنْقُوا اَلْبَشَرَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَضَعَّفَاه
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya di bawah setiap helai rambut terdapat jinabat. Oleh karena itu cucilah rambut dan bersihkanlah kulitnya." Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dan keduanya menganggap hadits ini lemah.
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
© 2008. All rights reserved. NU Online. Developed by Ayi Fahmi (Blog or Ayi Fahmi dot Net). Powered by phpBB © 2007.
Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Informasi seputar dinamika islam dan ketentuan-ketentuan dalam Islam
Moderator: choiralia
Postkan balasan
5 post • Halaman 1 dari 1
Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 5:58 pm
Assalamu alaikum,
Bismillah, setelah kemarin membahas soal wudhu, sekarang giliran mandi dan hukum junub. :)..seperti biasa kalau ada yang salah mohon koreksi. :D
Mandi besar dan Hukum Junub.
Hal - hal yang menyebabkan mandi besar ada 7 yaitu :
1. Masuknya alat kelamin laki2 ke alat kelamin perempuan.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه)
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita lalu mencampurinya maka ia telah wajib mandi." Muttafaq Alaihi.
Riwayat Muslim menambahkan: "Meskipun ia belum mengeluarkan (air mani)."
2. Keluarnya mani.
- وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita lalu mencampurinya maka ia telah wajib mandi." Muttafaq Alaihi.
َوَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَايَرَى الرَّجُلُ - قَالَ : ( تَغْتَسِلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Anas Radliyallahu 'Anhu berkata: Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda tentang perempuan yang bermimpi sebagaimana yang dimimpikan oleh laki-laki, maka sabdanya, "Ia wajib mandi." Hadits riwayat Muttafaqun 'Alaih.
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
Atas
Re: Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 5:58 pm
lanjutan....
3. Haid
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ شَكَتْ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلدَّمَ فَقَالَ: اُمْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اِغْتَسِلِي فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ كُلَّ صَلَاةٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Ummu Habibah binti Jahsy mengadukan pada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang darah (istihadlah. Beliau bersabda: Berhentilah (dari shalat) selama masa haidmu menghalangimu kemudian mandilah. Kemudian dia mandi untuk setiap kali shalat. Diriwayatkan oleh Muslim.
4.Nifas
َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَتِ اَلنُّفَسَاءُ تَقْعُدُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَاللَّفْظُ لِأَبِي دَاوُد
Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu berkata: Wanita-wanita yang sedang nifas pada masa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam meninggalkan shalat selama 40 hari semenjak darah nifasnya keluar. Riwayat Imam Lima kecuali Nasa'i dan lafadznya dari Abu Dawud.
5.Wiladah (Melahirkan).
6. Meninggal, berdasarkan ijma ulama.
7. Orang kafir masuk islam berdasar hadist riwayat ahmad.
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
Atas
Re: Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 6:22 pm
lanjutan....
Sesuatu hal yang dilarang oleh orang junub.
a. Sholat.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub301, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (An Nisaa 43)
b. Thowaf.
"Bahwa nabi telah bersabda : Thawaf itu merupakan sholat, kecuali bahwa didalamnya dihalalkan oleh Alloh berbicara. Maka siapa yg berbicara hendaklah yang dibicarakan itu yg baik2 saja." (HR.Tirmidzi)
c. Memegang Alquran.
"Bahwa nabi SAW, menulis sepucuk surat kepada penduduk Yaman yang diantara isinya adalah Al Quran itu tdk boleh disentuh kecuali oleh orang2 yang suci." (HR Nasa'i, Dharuqutni, Baihaqi, Al-Atsram)
d. Membaca Al Quran
"Bahwa nabi SAW, tidak ada satupun yang menghalangi Al Quran kecuali janabal" (HR. ASh habus Sunan)
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
Atas
Re: Membahas soal mandi dan hukum junub yukk
Postoleh kantadilaga pada Jumat Nov 13, 2009 6:52 pm
Sunnah dalam mandi
1.Dimulai dengan membaca bismillah seperti saat mau wudhu.
2.وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Biasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika mandi karena jinabat akan mulai dengan membersihkan kedua tangannya kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri lalu mencuci kemaluannya kemudian berwudlu lalu mengambil air kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut lalu menyiram kepalanya tiga genggam air kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya dari Muslim.
3.وَلَهُمَا فِي حَدِيثِ مَيْمُونَةَ: ( ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى فَرْجِهِ فَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِهَا اَلْأَرْضَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: (
فَمَسَحَهَا بِالتُّرَابِ )
Menurut Riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Maimunah: Kemudian beliau menyiram kemaluannya dan membasuhnya dengan tangan kiri lalu menggosok tangannya pada tanah.
4.َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعْرَةٍ جَنَابَةً فَاغْسِلُوا اَلشَّعْرَ وَأَنْقُوا اَلْبَشَرَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَضَعَّفَاه
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya di bawah setiap helai rambut terdapat jinabat. Oleh karena itu cucilah rambut dan bersihkanlah kulitnya." Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dan keduanya menganggap hadits ini lemah.
Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas
Avatar pengguna
kantadilaga
Master Members
Post: 2009
Bergabung: Kamis Okt 22, 2009 11:50 am
© 2008. All rights reserved. NU Online. Developed by Ayi Fahmi (Blog or Ayi Fahmi dot Net). Powered by phpBB © 2007.
hal - hal yang menyebabkan mandi wajib
Re: [assunnah] OOT: cairan
Budi Aribowo
Fri, 26 May 2006 16:14:21 -0700
wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Harus mandi bu karena keluar air mani.
Berikut hal - hal yang menyebabkan mandi wajib, semoga bermanfaat,
1. Keluar air mani, baik saat terjaga ataupun tidur, berdasarkan sabda
Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam,
"Sesungguhnya air (mandi) itu disebabkan air (keluarnya mani)" (HR. Muslim no.
343 dan Abu Dawud no. 214)
2. Jima' (berhubungan badan), walaupun tidak keluar air mani. Dari Abu Hurairah
ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda,
"Jika ia telah duduk diantara ke empat cabang istrinya ... (kiasan untuk
bersetubuh), maka ia wajib mandi meskipun tidak keluar air mani" (HR. Muslim
no. 348)
3. Masuk Islamnya orang kafir. Dari Qais bin 'Ashim, ia menceritakan bahwa
ketika ia masuk Islam, Nabi ShallallaHu 'alaiHi wa sallam menyuruhnya mandi
dengan air dan bidara (HR. At Tirmidzi no. 602 dan Abu Dawud no. 351,
dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Irwaa'ul Ghaliil no. 128)
4. Terputusnya haidh dan nifas. Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu
'alaiHi wa sallam berkata kepada Fathimah binti Abi Khubaisy,
"Jika datang haidh, maka tinggalkanlah shalat. Dan jika telah lewat, maka mandi
dan shalatlah" (HR. Al Bukhari no. 320, Muslim no. 333, Abu Dawud no. 279, At
Tirmidzi no. 125 dan An Nasa'i I/186)
5. Hari Jum'at. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu
'alaiHi wa sallam bersabda,
"Mandi Jum'at wajib bagi setiap orang yang telah baligh" (HR. Al Bukhari no.
879, Muslim no. 346, Abu Dawud no. 337, An Nasa'i III/93 dan Ibnu Majah no.
1089)
Maraji'
Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu
Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.
linda maya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamu'alaikum wr.wb
mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut
madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar
air mani (sperma) harus mandi junub ya???
trus gmana hukumnya orang yang melakukan onani ato
mastrubasi & gmana setelah itu maksudnya harus wudhu
ato mandi junub ? tolong kasih dalil yang mendukung
jawaban yang ada.
terima kasih sebelum dan sesudahnya.....
wassalamu'alaikum wr.wb
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min
with Yahoo! Messenger with Voice.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
*
Re: [assunnah] OOT: cairan Budi Aribowo
Budi Aribowo
Fri, 26 May 2006 16:14:21 -0700
wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Harus mandi bu karena keluar air mani.
Berikut hal - hal yang menyebabkan mandi wajib, semoga bermanfaat,
1. Keluar air mani, baik saat terjaga ataupun tidur, berdasarkan sabda
Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam,
"Sesungguhnya air (mandi) itu disebabkan air (keluarnya mani)" (HR. Muslim no.
343 dan Abu Dawud no. 214)
2. Jima' (berhubungan badan), walaupun tidak keluar air mani. Dari Abu Hurairah
ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda,
"Jika ia telah duduk diantara ke empat cabang istrinya ... (kiasan untuk
bersetubuh), maka ia wajib mandi meskipun tidak keluar air mani" (HR. Muslim
no. 348)
3. Masuk Islamnya orang kafir. Dari Qais bin 'Ashim, ia menceritakan bahwa
ketika ia masuk Islam, Nabi ShallallaHu 'alaiHi wa sallam menyuruhnya mandi
dengan air dan bidara (HR. At Tirmidzi no. 602 dan Abu Dawud no. 351,
dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Irwaa'ul Ghaliil no. 128)
4. Terputusnya haidh dan nifas. Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu
'alaiHi wa sallam berkata kepada Fathimah binti Abi Khubaisy,
"Jika datang haidh, maka tinggalkanlah shalat. Dan jika telah lewat, maka mandi
dan shalatlah" (HR. Al Bukhari no. 320, Muslim no. 333, Abu Dawud no. 279, At
Tirmidzi no. 125 dan An Nasa'i I/186)
5. Hari Jum'at. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra., bahwa Rasulullah ShallallaHu
'alaiHi wa sallam bersabda,
"Mandi Jum'at wajib bagi setiap orang yang telah baligh" (HR. Al Bukhari no.
879, Muslim no. 346, Abu Dawud no. 337, An Nasa'i III/93 dan Ibnu Majah no.
1089)
Maraji'
Panduan Fiqih Lengkap Jilid 1, Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu
Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.
linda maya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamu'alaikum wr.wb
mau nanya nich: soal cairan yang keluar yang disebut
madzi itu najis dan hanya wudhu aja. tapi kalau keluar
air mani (sperma) harus mandi junub ya???
trus gmana hukumnya orang yang melakukan onani ato
mastrubasi & gmana setelah itu maksudnya harus wudhu
ato mandi junub ? tolong kasih dalil yang mendukung
jawaban yang ada.
terima kasih sebelum dan sesudahnya.....
wassalamu'alaikum wr.wb
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min
with Yahoo! Messenger with Voice.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
*
Re: [assunnah] OOT: cairan Budi Aribowo
Minggu, 21 Februari 2010
Misteri Shalat Subuh
Judul : Misteri Shalat Subuh;
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh bagi Pribadi dan Masyarakat
Penulis : DR. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Aqwam
Tahun : 2006
Genre : Islam Shalat
Tebal : 152 Halaman
ISBN : 979-3653-08-6
Meskipun jumlah rakaatnya paling sedikit, jika dibandingkan dengan shalat wajib lainnya, shalat subuh memang terasa berat sekali. Banyak godaan untuk melaksanakannya. Dan yang paling besar di antaranya adalah ketika kita harus melawan rasa kantuk yang mendalam.
Sesungguhnya ada segudang hikmah yang tersirat dari shalat subuh. Di balik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar itu, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi selalu berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas tersebut.
Yang paling menarik, subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era Jahiliyah menuju era Tauhid. Di mana, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya dilibas petaka pada waktu subuh (yang menandai berakhirnya dominasi Jahiliyah dan munculnya cahaya Tauhid).
Buku ini mencoba menganalisis bahwa keterpurukan umat Islam dewasa ini, tak lepas dari akibat diremehkannya shalat subuh oleh para pengikutnya. Terus, bagaimana alur logika sebenarnya? DR. Raghib As-Sirjani mengulas tuntas misteri itu di sini. Keluasan wawasan sang penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya mampu menyadarkan kita ihwal keistimewaan shalat subuh yang selama ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam. Tak lupa, beliau juga menyisipkan tip-tip praktis agar umat mudah melaksanakan shalat subuh. (agus)
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment
Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.
busy
[ Kembali ]
Teras | Tentang | Kontak | Request | Promosi GRATIS | Kritik & Saran | WBMail
Copyright 2007 Wisata-Buku.Com, All rights reserved.
Google
Web Kaskus.us Bookoopedia.Com KutuKutuBuku.Com BukuKita.Com DuniaPustaka.Com
Powered & Inspired by OS Initiative Version 1.0 Released | Best viewed with Mozilla Firefox | Terms and Privacy Policy under which this service is provided to you.
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh bagi Pribadi dan Masyarakat
Penulis : DR. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Aqwam
Tahun : 2006
Genre : Islam Shalat
Tebal : 152 Halaman
ISBN : 979-3653-08-6
Meskipun jumlah rakaatnya paling sedikit, jika dibandingkan dengan shalat wajib lainnya, shalat subuh memang terasa berat sekali. Banyak godaan untuk melaksanakannya. Dan yang paling besar di antaranya adalah ketika kita harus melawan rasa kantuk yang mendalam.
Sesungguhnya ada segudang hikmah yang tersirat dari shalat subuh. Di balik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar itu, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi selalu berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas tersebut.
Yang paling menarik, subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era Jahiliyah menuju era Tauhid. Di mana, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya dilibas petaka pada waktu subuh (yang menandai berakhirnya dominasi Jahiliyah dan munculnya cahaya Tauhid).
Buku ini mencoba menganalisis bahwa keterpurukan umat Islam dewasa ini, tak lepas dari akibat diremehkannya shalat subuh oleh para pengikutnya. Terus, bagaimana alur logika sebenarnya? DR. Raghib As-Sirjani mengulas tuntas misteri itu di sini. Keluasan wawasan sang penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya mampu menyadarkan kita ihwal keistimewaan shalat subuh yang selama ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam. Tak lupa, beliau juga menyisipkan tip-tip praktis agar umat mudah melaksanakan shalat subuh. (agus)
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment
Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.
busy
[ Kembali ]
Teras | Tentang | Kontak | Request | Promosi GRATIS | Kritik & Saran | WBMail
Copyright 2007 Wisata-Buku.Com, All rights reserved.
Web Kaskus.us Bookoopedia.Com KutuKutuBuku.Com BukuKita.Com DuniaPustaka.Com
Powered & Inspired by OS Initiative Version 1.0 Released | Best viewed with Mozilla Firefox | Terms and Privacy Policy under which this service is provided to you.
Langganan:
Komentar (Atom)