KHASIAT DAN MANFAAT ASMA’ULHUSNA (3)
May 26th, 2009
Oleh Fadhil ZA
7. AL-MUHAIMIN (Yang Memelihara )
Dialah Allah yang memelihara dan senantiasa mengamati serta mengawasi mahluk-nya secara cermat, seksama dan teliti. Tidak satu mahlukpun yang luput dari pengawasan dan penjagaannya. Dialah yang merawat dan memelihara sekalian mahluk dan ciptaannya dilangit dan bumi. Binatang melata, tumbuh2an, manusia, bumi, bulan, bintang, semua mahluknya yang terlihat maupun tidak, tumbuh, berkembang, beredar dalam pengawasan dan pemeliharaan-Nya. Dia yang memelihara dan menumbuhkan berbagai tanaman, buah-buahan dan sayuran dibumi ini. Dia yang memelihara dan menumbuhkan berbagai binatang yang melata dan hidup didarat, laut maupun udara, yang terlihat maupun tidak, dan Dia pula yang memelihara dan menumbuh-kembangkan manusia tersebar diseluruh permukaan bumi ini.
Khasiatnya:
a. Memelihara dan menjaga kesehatan tubuh
Dialah yang menumbuhkan dan memelihara tubuh kita sejak bayi hingga menjadi dewasa. Dengan mewiridkan “ya Muhaimin” setiap selesai sholat minimal 100x, insya Allah tubuh akan tumbuh sehat, terpelihara dari berbagai penyakit berbahaya atau penyakit degeneratif. Tentunya nya wirid ini juga harus diikuti dengan pola hidup dan makan yang benar. Ikuti cara makan Rasulullah, jangan makan sebelum lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Isi perut sepertiga dengan makanan, sepertiga dengan air dan sepertiga dengan udara, lebih baik lagi jika dibantu dengan melakukan puasa sunah senin dan kamis. Insya Allah organ tubuh akan bekerja dengan sempurna, dan tubuh terpelihara dari berbagai penyakit berbahaya sampai datang ajal yang telah ditetapkan.
b. Menjaga keluarga dan anak-anak dari pengaruh negatif
Banyak orang tua yang terkejut dan tercengang ketika mengetahui anak yang selama ini berperilaku baik dirumah, ternyata terlibat narkoba, atau berbagai perbuatan negatif lainnya. Kita tidak akan mampu mengawasi putra putri kita setiap saat, pergaulan dan pengaruh lingkungan yang buruk bisa menciptakan anak kita jadi monster yang menakutkan. Insya Allah dengan mewiridkan ‘Yaa Muhaimin” setiap hari selesai sholat minimal 100x, Allah akan mengawasi dan memelihara putra putri kita dari pengaruh pergaulan yang buruk. Allah akan menumbuhkan putra – putri kita menjadi anak yang soleh yang membawa rahmat dan berkah bagi kita dalam kehidupan dunia dan akhirat.
c. Menjaga diri dalam perjalanan
Jika kita akan bepergian jauh sebaiknya selalu mewiridkan ” yaa Muhaimin ” ini setiap selesai sholat. Insya Allah kita akan mendapatkan pejagaan dan perlindungan-Nya dari berbagai bahaya dan bencana dalam perjalanan. Demikian pula Allah juga akan menjaga dan memelihara keluarga kita yang ditinggalkan.
8. AL-AZIZ ( Yang Maha Perkasa)
Dialah yang Maha Perkasa , maha kuat mengalahkan semua musuh-Nya. Dia maha kuat dan maha Perkasa mengalahkan para pendurhaka dan orang yang menentangnya, Dia juga maha Perkasa untuk melenyapkan alam semesta ini, dalam sekejap mata. Dia maha kuat dan Maha Perkasa menolong hamba-hamba-Nya dalam menghadapi berbagai kesulitan dan masalah. Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mengalahkan-Nya.
Khasiatnya
a. Membangkitkan kewibawaan
Mewiridkan “yaa Aziz ” setiap hari minimal 100x setiap selesai sholat, dapat membangkitkan kewibawaan diri, wajah akan memancarkan aura positip yang menimbulkan rasa hormat dan segan dari orang yang berhadapan dengannya. Wirid ini sangat baik dilakukan oleh orang yang memegang jabatan pimpinan pada organisasi, perusahan maupun pemerintahan. Kewibawaan yang muncul sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan di perusahan atau organisasi.
b. Mengatasi berbagai kesulitan
Mewiridkan ” yaa Aziz ” setiap hari juga dapat mengatasi berbagai kesulitan yang datang mendera . Dia Allah yang maha Perkasa selalu memperhatikan keadaan hamba-hamba-Nya. Dengan mewiridkan membaca “yaa Aziz ” berarti kita mengakui keperkasaan-Nya dan bersandar serta berserah diri pada keperkasaan-Nya itu. Dia akan menghadirkan keperkasaan-Nya didalam diri kita dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul dalam perjalanan hidup kita. Insya Allah tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Dia akan mendatangkan pertolongan dari tempat yang tidak dapat diduga. Sepanjang hidup kita akan selalu menghadapi berbagai masalah yang berupa ancaman, fitnahan, keruwetan dan kekalutan dalam masalah bisnis, organisasi, keluarga, pergaulan sehari hari dan lain sebagainya. Insya Allah dengan mewiridkan “yaa aziz ” minimal 100x setiap selesai sholat kita akan mendapatkan pertolongan dari Dia yang maha perkasa dalam menghadapi berbagai masalah.
9. AL-JABBAR (Yang Maha Memaksakan Kehendak-Nya)
Dia yang maha berkehendak dan maha kuat memaksakan kehendaknya kepada siapapun. Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menentang dan mencegah kehendak-Nya. Segala sesuatu dialam semesta ini tunduk pada kehendak dan aturan-Nya. Bintang, bulan, matahari, bumi dan segala mahluk yang hidup didarat, laut maupun udara, semua tunduk pada aturan dan hukum yang telah ditetapkan Allah dengan kehendak-Nya. Manusia mau tidak mau harus tunduk pada kehendakp-Nya. Tidak ada orang yang sanggup menunda atau menahan ajalnya, tidak ada orang yang sanggup menahan berjalannya waktu, tidak ada yang sanggup mencegah proses menjadi tua, dan kemudian mati. Semua tunduk pada kehendak-Nya.
Khasiatnya
a. Menundukkan hati Musuh
Dengan membiasakan mewiridkan “yaa Jabbar” seseorang akan terpelihara dari ancaman orang yang bermasuk jahat, seperti orang yang dengki, dendam, benci, atau penjahat yang berniat merampok atau menganiaya diri anda. Kalimat ” yaa Jabaar” dapat digunakan untuk menundukan hati musuh atau orang yang berniat jahat terhadap diri anda. Dalam persaingan bisnis , karir dewasa ini kadangkala seseorang tidak segan untuk mencelakakan atau membunuh pesaingnya dengan berbagai cara. Mulai dari menyewa pembunuh bayaran, melakukan sendiri atau menggunakan ilmu hitam seperti sihir dan santet. Jika anda merasa kuatir terhadap ancaman kejahatan dari pesaing, lawan, atau orang yang bermaksud mencelakakan anda, bacalah “yaa Jabbar” sebanyak 300, 500 atau 700x setiap hari . Niscaya anda akan terhindar dari kejahatan orang tersebut.
b. Menjauhkan keberingasan orang yang dzalim
Kalau kita amati berita di media cetak maupun elektronik (TV) dewasa ini , setiap hari kita selalu dijejali dengan berita kejadian kriminal yang menimpa orang dimana saja. Berita tentang perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, selalu menghiasi berita utama pada media cetak maupun elektronik. Banyak peristiwa kejahatan yang sulit kita pahami menimpa orang tertentu, ada pembunuhan di Mall, kompleks perumahan elit, bahkan ditengah keramaian seperti pasar, pertokoan maupun perkantoran. Insya Allah dengan mewiridkan ” yaa Jabbar” minimal 100x setiap selesai sholat anda akan terpelihara dari perbuatan orang dzalim sebagaimana sering kita baca dan lihat pada media cetak maupun elektronik tersebut.
Posted in KEKUATAN SHOLAT DAN DZIKIR | Tags: Asmaulhusna, kekuatan dzikir, KEKUATAN SHOLAT DAN DZIKIR
Related Posts :
* MENGENAL KH ARIFIN ILHAM
* KHASIAT DAN MANFAAT ASMA’ULHUSNA (2)
* SENI PERNAPASAN SATRIA NUSANTARA DAN DZIKIR ASMAULHUSNA
* RAHASIA KEKUATAN SEL DAN ENERGI NUR ILAHI
* TERAPI TADABBUR QUR’AN UNTUK MERAIH SUKSES DAN KEMENANGAN
7 Responses to “KHASIAT DAN MANFAAT ASMA’ULHUSNA (3)”
« Older Entries
*
pika:
March 16, 2010 at 7:33 am
Maaf pak, apakah membaca 100x, sekian ratus kali dsb, adakah atau pernahkah diajarkan oleh Rasululllah salallahu ‘alaihis wassalam? apakah ada dalil yg benar dan kuat sehingga ada amalan tersebut? ataukah hanya menurut pendapat orang lain? terima kasih.
Reply
o
Fadhil Z.A:
March 16, 2010 at 10:26 am
Ass wr wb
Tuntunan yang ada Rasulullah mengajarkan untuk membaca tasbih, tahmid, takbir sesudah sholat masing masing 33 kali. Kalau berpedoman pada Qur’an surat Al Ahzab ayat 41 dan Jumuah ayat 10 berdzikirlah sebanyak banyaknya , jadi tidak terhitung banyaknya. Bilangan 100, 200, 300 atau 700 hanya sekedar batasan saja, pada dasarnya berdzikirlah dengan jumlah yang tidak terhingga sesanggupnya.
o
nur:
March 18, 2010 at 8:48 am
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
ada 2 bentuk ibadah:
1. Bentuk-bentuk Ibadah yang mutlak/ umum penyebutannya, maka harus dilaksanakan secara umum. Tidak boleh dibatasi oleh sebab, tempat, kondisi, waktu, bilangan dll.
contoh, anjuran dan keutamaan untuk berdoa. Maka berdoa secara mutlak boleh dilakukan kapan saja, di mana saja, berisi permohonan apa saja; dengan catatan tidak melanggar aturan syari’at. Misal (yang melanggar syariat) seperti berdoa di tempat yang najis, berdoa meminta sesuatu yang diharamkan, dll.
2. Bentuk-bentuk ibadah yang muqoyyad/ terikat oleh sebab, tempat, kondisi, waktu, bilangan dll maka harus dilaksanakan sesuai tuntunannya.
Contoh, sholat 5 wajib 5 waktu dikerjakan sesuai waktunya, sholat tahiyatul masjid (ketika masuk masjid) 2 raka’at (tidak lebih), membaca tasbih 33 kali setelah sholat wajib, berdoa “allohumma iftah li abwaba rahmatika” ketika masuk masjid. dan lain-lain.
Kesimpulannya, BOLEH bagi Antum untuk berdzikir sebanyak-banyaknya, tanpa harus dibatasi bilangannya.
Apabila dibatasi dan diamalkan secara rutin sehingga SEOLAH-OLAH berdzikir sejumlah bilangan tersebut memiliki KEUTAMAAN tersendiri, maka TIDAK BOLEH.
Catatan :
Asmaul Husna itu untuk berdoa, BUKAN untuk berdzikir dengan membaca ar Rohman…ar Rohman…dst atau ya Rahman….ya Rahman dst.
Gunakan Asmaul husna untuk berdoa, seperti : Ya Rahman (wahai yang Maha Pengasih), irhamni (Kasihilah saya), ya Ghaffar (wahai Yang Maha Pengampun) ighfirli (ampunilah saya) dsb.
wallohu a’lam.
*
pika:
March 16, 2010 at 3:13 pm
terima kasih jawabannya. Tetapi, maaf Pak Fadhil. bukankah amalan yg tidak ada contoh dari Rasululllah itu tertolak. pasti bapak lebih paham ini.
Apakah Rasulullah pernah menyebutkan kandungan asmaul husna misal Al-Jabbar utk menundukkan hati musuh, dsb “Dengan membiasakan mewiridkan “yaa Jabbar” seseorang akan terpelihara dari ancaman orang yang bermasuk jahat, seperti orang yang dengki, dendam, benci, atau penjahat yang berniat merampok atau menganiaya diri anda. Kalimat ” yaa Jabaar” dapat digunakan untuk menundukan hati musuh atau orang yang berniat jahat terhadap diri anda. Dalam persaingan bisnis , karir dewasa ini kadangkala seseorang tidak segan untuk mencelakakan atau membunuh pesaingnya dengan berbagai cara” dll.
Sumbernya dari mana ya pak tentang kandungan ini???
Bukankah syarat ibadah agar diterima adalah ikhlas mencari Ridho Allah dan cara yang benar sesuai tuntunan Rasulullah??? apalah artinya amalan akhirat utk mencari dunia saja. cenderung kita taqlidh kepada pendapat2 ulama yg sebenarnya jauh dan sudah membelok dari tuntunan RAsulullah SAW dan pemahaman para sahabat.
Maaf jika salah. Kesempurnaan hanya milik Allah.
Reply
o
Fadhil ZA:
March 17, 2010 at 8:47 pm
Ass wr wb
Berdo’a dengan menggunakan asmaulhusna di perintahkan Allah dalam surat Al A’raaf 180. Asmaulhusna yang disebutkan dalam hadist ada 99. Ya Jabbar adalah salah satu asmaulhusna yang artinya ” yang maha berkehendak ” . Menyebut nama Allah sebanyak banyaknya juga diperintahkan dalam surat Al Ahzab 41 dan jumuah 10. Rasulullah memang tidak memberikan contoh secara detail bagaimana cara kita mengingat Allah , AlQur’an hanya mengatakan ingatlah atau sebutlah Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring….bagaimana cara berdiri, duduk dan berbaringnya tidak pernah diajarkan secara detail….silahkan direnungkan sendiri…..yang penting lakukanlah dengan cara yang bisa dilaksanakan dengan mudah, yang tidak benar adalah yang tidak mau melaksanakan kegiatan berdzikir ini….mereka termasuk orang yang lalai.Cara berdzikir sangat mudah jangan dipersulit.
Cara yang disampaikan diatas hanyalah salah satu cara berdzikir, banyak lagi cara lainnya. Kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan Rasulullah selama 40 hari di gua Hira, beliau sering menyendiri, bertahanut, mendekatkan diri pada Allah. Dzikir sebenarnya lebih banyak kepada ibadah batin, sehingga bagaimana cara yang dilakukan Rssulullah banyak tidak diketahui secara detail. Namun ibadah yang dhohir seperti sholat malam, tahajud,dhuha, taraweh bisa disaksikan oleh para sahabat.
Menyebut nama Allah berulang ulang akan berpengaruh kuat pada fikiran bawah sadar, sifat Allah yang terkandung dalam asmaulhusna akan tertanam kuat didalam hati dan fikiran. Jika ini diyakini secara sempurna…akan timbul efek seperti diceritakan diatas misalnya menggentarkan hati musuh, dilindungi dari berbagai bencana…..ini adalah efek dzikir….bukan tujuan.
Dalam surat Al Baqoroh 152 Allah mengatakan ingatlah padaKu, Akupun akan ingat padaMu…..Allah memperhatikan bisikan hati orang yang selalu ingat padaNya, jika ia merasa terancam…Allah akan melindunginya….jika Ia merasa terhina …Allah akan memuliakannya…. .Jadi apa yang didapat berupa kemudahan dunia karena berdzikir merupakan efek dan bukan tujuan. Siapa yang berdzikir mengingat Allah sebanyak banyak nya selalu mengalami efek ini. Hidupnya selalu mendapat berbagai kemudahan, sebagaimana disebutkan dalam surat Thalaq ayat 2-3.
Namun sayang dengan alasan tidak ada contoh detail dari Rasulullah, banyak orang yang enggan melaksanakan perintah yang sangat jelas diperintahkan dalam Ayat Qur’an seperti yang disebutkan diatas. Perintah berdzikir dalam qur’an sangat global dan tidak detail…ingatlah pada Allah sebanyak banyaknya ketika berdiri, duduk dan berbaring….sholat adalah salah satu pelaksanaan dzikir. Metode diatas hanya salah satu cara , banyak lagi cara yang dikembangkan , anda bisa berdzikir sambil berjalan, membawa mobil, sedang bekerja, duduk menunggu sesuatu ditempat umum…sambil berbaring santai disuatu tempat….sangat mudah, namun berat pelaksanaannya. Dengan berdzikir semua urusan jadi mudah….itu adalah bonus dari Allah.
*
abu:
March 18, 2010 at 8:18 am
assalamu ‘alaikum,
ya ikhwan,
dalam melakukan pendalilan hendaklah seseorang mengetahui tatacara dan metodenya. metode istidlal (pendalilan) dan istimbath (pengambilan hukum) sudah dirumuskan oleh para ‘ulama, dan kita tinggal mengikuti saja (jika kita mempunyai ilmunya, jika tidak kita serahkan kepada para ‘ulama untuk pendalilan dan istimbath). karena tidaklah para ‘ulama ahlu sunnah itu mengeluarkan suatu metode terkecuali mereka mengambilnya dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan melihat prakteknya dari para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya.
sungguh ibadah adalah haq Allah Ta’al. maka bagaimana kita beribadah adalah sesuai dengan yang Allah Ta’ala maui, sesuai dengan yang Allah Ta’ala ridhoi. bukan yang sesuai dengan rasa suka kita, bukan yang sesuai dengan rasa ingin kita. semua telah Allah Ta’ala sampaikan kepada Rasulnya Sholallahu ‘alaih wa sallam, maka barang siapa yang kurang dalam syarat diterimanya amal; yakni ikhlash dan ittiba’ur Rasul, maka amalnya tertolak. dan ini adalah sekecil-kecil resiko. ditolaknya amal. resiko lainnya jika kita tidak mengikuti Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah menyelisihi beliau sholallahu ‘alaihi wa sallam. dan ini adalah berma’siat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan dia harus berhati-hati terkena ancaman hadits berikut: berkata Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam: “seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan. Shohabat berkata:” siapakah yang enggan ya Rasulullah”. Beliau berkata: “barang siapa yang ta’at
kepadaku maka ia masuk surga, barang siapa bermaksiat kepadaku dialah yang enggan”. resiko lainnya adalah mengatakan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak amanah. maksudnya seperti mengatakan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyampaikan semua yang mengantarkan ke surga dan menjauhi neraka. untuk yang terakhir ini jika ia meyakini demikian maka ancamannya adalah batal keislamannya, karena mengatakan Rasulullah tidak amanah sama dengan menghina Allah Ta’ala dan Rasulnya sholallahu ‘alaihi wa sallam.
kembali kepada pendalilan maka seseorang harus mengetahui mana dalil umum (’aam) dan khusus (khos), maka yang terhapus (mansukh) mana yang menghapus (nasakh/nasikh) dlsb. seperti yang terdapat dalam metode tadlil. maka berdalil dengan dalil umum dan menentukan kekhususannya; seperti jumlah hitungan, jenis ibadah, waktu dlsb; tanpa dalil yang mendukung hal ini adalah bid’ah. dan setiap bid’ah adalah kesesatan. maka menentukan bilangan 100X, menentukan jenis dzikir, tanpa dalil yang jelas adalah bid’ah. sedangkan dalil yang disampaikan adalah dalil umum; yang memerintahkan kita untuk berdzikir kapan saja dan dimana saja (kecuali tempat terlarang) dan berapa saja, tentu dengan dzikir yang telah diajarkan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak dapat dipakai untuk menentukan jumlah batasan, waktu, dan jenis tanpa didukung dalil yang tafshil (rinci) dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. ini seperti berdalil dengan dalil wajibnya sholat di
dalam Al-Qur’an dan menentukan sendiri jumlah bilangan sholat. Padahal Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan secara rinci mengenai sholat.
syaikh al-utsaimin pernah menyampaikan syarat suatu amalan mencocoki sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam ialah ketika ibadah tersebut mencocoki dalam enam hal; yakni: waktu, tempat, jumlah (bilangan), jenis, sebab dan tata-cara; yang telah ditetapkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam.
semoga menjadi manfaat bagi kita semua. washolatu wa sallam ‘ala rasulillah. wallahu a’lam.
wa salamu ‘alaikum.
Reply
*
alfa:
March 18, 2010 at 10:11 am
tidak ada riwayat ataupun tata-cara penggunaan asmaul husna untuk tujuan pribadi (mencari harta,menjaga harta, keturunan, kekebalan, jodoh) selain untuk membantu do’a. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW untuk berdo’a dengan menggunakan asmaul husna.
Asmaul husna tidak terbatas hanya 99 nama saja atau yang orang anggap bahwa asmaul husna adalah nama-nama yang tertulis pada cover Alquran cetakan Indonesia. Karena jumlah asmaul husna sendiri hanya Allah yang tahu. Sedangkan batasan 99 nama pada hadits Nabi SAW, bukanlah batasan yang mutlak, begitu pula ijtihad ulama yang menentukan 99 nama yang tertulis pada cover mushaf cetakan Indonesia.jumlah asmaul husna sendiri hanya Allah yang tahu.
Untuk memahami makna asmaul husna satu persatu, haruslah dengan cara pemahaman para shahabat atas tiap nama Allah tersebut. Karena asmaul husna bukanlah JIMAT ataupun MANTRA yang punya KHASIAT menyembuhkan atau punya kekuatan tertentu. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang agung, yang untuk memahami maknanya, harus dengan pemahaman generasi salaf (shahabat dan tabiin) bukan dengan pemahaman nyeleneh pendapat si A, si B, yang ditambah-tambahi dan dikurang-kurangi yang justru bertentangan dengan aqidah Islam yang lurus.
dan bukan berarti jika tidak ada penjelasan rinci dari Rasulullah berarti kita seenaknya sendiri mengartikan ini itu dan ditambah2 sesuai keingingan kita.
Untuk lebih jelasnya, silahkan baca buku Al-Aqidah Wasithiyyah buah karya Ibnu Taimiyyah pada pokok pembahasan Asmaul husna juga Al-Aqidah At-Thohaawiyyah buah karya Imam Thohawy.
Demikian, wallahu a’lam
Copyright © 2009 Pondok Tadabbur. All Rights Reserved.